Melody 5

1326 Kata
Melody menuntun Alam ke sopa ruang tunggu. lalu mendudukkan bocah itu. " mau gendong ade bayi di sini. sudah jangan nangis. kakak tak suka. " " maaf kak Melody "Alam menghapus air matanya. "pinjam bentar kak" Melody meraih Bilal yang sedang menyusu di d**a Sarah. membawanya kepada Alam. "hallo kak Alam. adik Bilal mau gendong sama kakak nih" Alam sumringah. menyambut adiknya. " ih ade berat kak" " nah kan tau. kenapa tidak boleh gendong ade bayi tadi. " " karena ade bayi berat. nanti jatuh"Jawab Alam. "jadi" " jadi harus duduk baru bisa gendong. " " nah pintar. jadi bila kak Arya bilang jangan, Alam nggak boleh langsung nangis. mengerti " " ya kak. Alam ngeri.maaf kan Alam kak Arya " "iya.sama sama. kakak juga minta maaf" Melody tersenyum melihat mereka sudah akur lagi. " bu... berapa biaya persalinan kakak saya" "bentar ya de" bu Dina mengecek komputer. ia mengambil kwitansi. memberi cap. " ini de. satu juta lima ratus ribu" " loh kata nya tiga setengah bu. kok ini jauh banget" " iya de. taksiran nya emang tiga setengah. bila di infus dan induksi. tapi bu Sarah hanya dua jam udah lahir. dan tidak perlu tindakan apa pun. berkat ade yang selalu menyemangatinya "kata bu Dina. " alhamdulillah. terimakasih bu"Melody mengeluarkan uang tunai dari ranselnya. " de kamu makan dulu. biar siang kita pulang "Sofyan datang membawa sarapan. " iya kak" di sebuah gedung perkantoran yang megah. di ruang CEO. Michael Atsen Tomson. sang CEO garang berwajah kulkas. berusia 38 tahun. kejam dan bengis. "s****n kalian semua. kenapa bikin laporan tidak becus seperti ini. kalian mau saya pecat ya" teriak keras Arsen. wajahnya merah padam. " apa yang kalian makan. nasi apa batu. " semua manejer diam tak ada yang berani berkutik. " besok. semua harus sudah beres. jangan bikin saya naik darah lagi. malam ini kalian semua lembur. " "matilah kita" desis Andre manejer pemasaran. " bisa perang Dunia ini " sahut Hendra bagian keuangan. " apa yang kalian bisikkan " teriak Arsen dengan galak. "mau saya pecat" " tidak bos. maaf bos" " sudah. lanjut kerja. " " baik boss. permisi boss" Arsen melangkah kan kaki masuk ke alfajuni. karena terburu-buru ia menabrak orang yang mau keluar. "astaghfirullah" Melody menjerit. belanjaan nya berhamburan. " hei kamu punya mata nggak sih. jalan.... " apa kau bilang " Melody mengeram kesal. ia bangkit meraih kerah Arsen. lalu membanting lelaki tinggi besar itu. semua orang terbelalak. bagaimana tidak, Melody mungil dan hanya seketiak Arsen. tapi gadis itu mampu membanting nya. seperti seonggok kain basah. " jangan sombong kau ya" geram Melody. ia memunguti belanjaan nya. " hei kau yang sombong. anak kecil beli s**u bayi. kau hamil di luar nikah ya" teriak Arsen. sikap sombong dan arogan nya muncul lagi. " masih punya mulut tuan sombong. " ejek Melody. mata hitam nya yang indah menyentak Arsen. seumur hidup belum pernah ada yang berani menatapnya setajam itu. seketika nyali Arsen ciut. jantung nya berdebar kencang. " s****n bocah ini"Arsen tak bisa melawan tatapan Melody. ia susah payah bangkit. seperti ada yang menindih tubuhnya. " sombong itu milik Allah. sang Pencipta alam semesta. kita. nyawa aja pinjam. sok gaya sombong. " Melody mengulurkan tangannya. membantu Arsen bangun. dengan enteng nya ia menarik Arsen. " terimakasih pun tidak. emang om nggak diajarin attitude ya"Melody menepuk tangannya. " kau... " Arsen ingin memukul Melody. tapi gadis itu langsung melotot. Arsen tertunduk. jantung nya berdegub kencang. " nih minum. " Melody menyodorkan sebotol air mineral. " apa ini"Arsen menatap botol yang sudah pindah ke tangan nya. " racun. biar kau cepat mati" kata Melody. ia berlaku meninggalkan Arsen yang bengong. " kok lama banget kak"Arya menurunkan belanjaan Melody. " antri " jawab Melody. " antar yang itu ke kak Sarah. itu coklat bagi dengan Alam ya. kakak mau belanja beras ke pasar " " ok kak. " " jangan lupa nanti malam. setor hafalan " " siap bos" sore hari . dengan santai Melody mengayuh sepedanya. di belakang ada dua karung beras di keranjang depan cabe dan ayam. sambil bersholawat ia mengayuh. " brakkkkk"suara keras membentur sisi jalan. sepeda oleng. Melody jatuh. tertimpa sepeda nya. "tolong!!!!!.. ada kecelakaan" banyak orang datang menolong. "pak.tolong orang itu" tunjuk Melody pada mobil mewah di depan nya yang bonyok parah. " saya nggak apa apa" " tapi neng juga terluka " seorang bapak membantu menyandarkan sepeda Melody. " pecahkan kacanya. " seru orang orang. beberapa orang mencoba memecahkan kaca mobil. " cepat. bisa mati orang itu kecepit" seru seorang bapak. " kacanya nggak bisa di pecahin nih. " " ya Allah. gimana ini" orang orang mulai panik. asap mulai keluar dari kap depan yang penyok. " minggir pak" Melody maju. telapak tangan nya menyentuh kaca mobil. "Bismillahirrahmanirrahim. la haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim. allahu akbar" kaca pecah berhamburan. Melody ambruk. orang orang bergegas menolongnya. membuka mobil. mengeluarkan lelaki yang bersimbah darah. di rumah sakit Tomson medical internasional. di UGD. dokter mengobati tangan dan dahi Melody. memberi suntikan di bahu. lutut gadis itu di perban. " apa ade merasa pusing atau berkunang kunang"tanya dokter Fira. ia memeriksa mata Melody dengan senter. " tidak dok. hanya dahi nyeri" kata Melody. " oh itu karena terbentur. nanti di kasih salep ya. lukanya jangan kena air dulu. " "dok... itu tadi korban yang satunya di bawa kemana" " ke ruang operasi. ada pendarahan. kenapa?. kamu kenal sama dia" "nggak dok. apa keluarga nya tau dia kecelakaan" "kayaknya udah deh. coba nanti kamu tengok di ruang operasi. " " iya dok. nanti saya lihat" " ini resep obat kamu ya. jangan lupa di tebus" " iya dokter. terimakasih " Melody menyusuri lorong rumah sakit. hingga ia menemukan tulisan ruang operasi. lampu menyala merah. artinya sedang ada tindakan. di kursi tunggu tampak seorang lelaki muda berpakaian rapi. " Kristoff"dua wanita berumur datang tergopoh gopoh. " gimana Arsen" " nyonya besar" "gimana keadaan adikku Kris" "tuan arsen kecelakaan. polisi sedang menyelidikinya kak. sabarlah" "ya Tuhan ku" nenek tua itu nampak duduk lemas sambil menangis terisak. pintu ruang operasi terbuka. keluar dua dokter berpakaian hijau. " dokter " " keluarga tuan Arsen" " kami dok. gimana adik saya" " kami kekurangan darah AB-. apa kalian ada yang golongan nya sama tolong secepatnya. pasien sangat butuh darah" kris meraih ponselnya. lalu menelpon seseorang. " cepat cari darah AB negatif. tuan Arsen membutuhkannya. " " gimana Kris" " anak buah saya sedang mencarinya nyonya Velma" " kita berdoa saja. " beberapa saat kemudian. " cepat!!!... pasien kritis " " Kris... bagaimana ini" "nyonya... mereka sedang mencari... " dokter"Melody menghampiri dokter" apa umur 17 tahun kurang seminggu boleh jadi pendonor " " bisa. apa golongan darah mu" "AB-" " ayo ikut "dokter menarik tangan kiri Melody. mereka masuk ke ruang operasi. " dokter " "dia" dokter menyuruh Melody berbaring di ranjang. " kau habis kecelakaan ya" Melody mengangguk. " apa tidak apa apa bila darahmu diambil" " InsyaAllah tidak dok. " " ok" malam telah larut. di ruang VVIP. lantai lima. " eh" Arsen merintih. " Arsen. "nyonya Veronika menghampiri anaknya. " kau sudah sadar nak. apa yang kau rasakan sayang" " kepala ku pusing ma.... " tenang. jangan banyak bergerak dulu. " ny. Veronica memencet bel. dokter bergegas datang. dan memeriksa arsen. " semua baik baik saja nyonya. tuan Arsen hanya butuh istirahat untuk pemulihan " " terimakasih dokter" " sama sama nyonya. saya permisi dulu" dokter pergi. tak lama kemudian nyonya Velma datang dengan seorang wanita cantik berpakaian modis. "ma.gimana keadaan Arsen" " udah sadar. udah di cek juga sama dokter" "sukurlah" "gimana gadis itu Velma. kau sudah menemuinya" tanya nyonya Veronica pada putrinya. "belum ma. dia udah nggak ada waktu aku cari. ku tanya dokter ia udah pulang" "suruh Kris mencarinya. kita berhutang budi padanya" " emang kenapa tante" tanya wanita modis berambut pirang. ia duduk di sofa dengan santai. " dia pendonor darah untuk Arsen. kalo dia nggak ada nggak tau apa yang terjadi pada putraku. "Jawab nyonya Veronica.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN