" kita libur ya besok kak"tanya Arya.
"kakak mu kan lagi sakit toh Ar. gimana sih" omel bu Indah.
" ya kan aku tanya cuman bu"sungut Arya.
" ambil bantal sana. buat menyangga kaki kakakmu. cepat" perintah bu indah. terbirit-b***t Arya pergi. tak lama kemudian balik dengan dua bantal di tangan.
" nih bu"
" sana periksa bubur. udah matang belum. kalo udah ambilin semangkok. bikinin teh hangat juga"
"iya bu"
"obatmu dimana nak"
" kayaknya di ransel bu. " jawab Melody. lukanya mulai nyeri. " bu... aku mau tayamum. udah azan kan"
"iya.nanti ibu cari pasir. "
" nggak usah bu. dinding aja"
" ya udah. ayo ibu bantu. tapi kayak nya luka mu di obati dulu nak"
" iya bu. udah nyeri aja"
bu Indah mengeluarkan salep dari plastik di dalam ransel Melody. membuka perban luka. mengoles alkohol di tepi luka. lalu salep dengan hati hati.
" sakit ya nak. tahan ya" kata bu Indah.
Arya masuk membawa bubur dan teh hangat.
" ini bu. kak sakit banget ya"
" iya "
setelah selesai di ganti perban. bu Indah membantu Melody ber tayamum.
setelah sholat sambil berbaring. Melody makan bubur. di suapi oleh Arya.
" ibu" teriak Arya. " bu"
" kenapa toh Ar. kakak mu itu lagi sakit. kok teriak teriak sih. " omel bu Indah. ia baru selesai sholat isya.
" kak Melody bu. " tangis Arya. menyeret bu Indah ke kamar.
"ya Allah anakku" bu Indah meraung melihat Melody yang pucat pasi. tubuh Melody mengigil. tapi terasa panas.
" kenapa Melody bu. " Sarah masuk dengan panik.
" Melody... jangan tinggalkan ibu nak. sarah tolong Melody. tolong anakku" bersimbah airmata bu Indah memeluk Melody.
"de.Melody" Sarah menyentuh dahi Melody. "demam bu. kita kompres aja. " katanya.
" permisi" suara ketukan keras di pintu.
" bu ada om ini nyari kak Melody " kata Arya.
"anakku sedang sakit. ada apa mencarinya"
tanya bu Indah galak.
" saya di utus nyonya Veronica mencari nona Melody. untuk berterimakasih karena menolong putranya. tuan Arsen"kata Kris dengan sopan.
" anakku lagi sakit. pulang tadi ia udh di perban. tapi lepas makan...
" biar saya lihat" Kris menerobos masuk. Sarah sedang mengompres dahi Melody."kita bawa ke rumah sakit saja. saya takut dia anfal"
Kris mengangkat Melody yang tidak sadarkan diri.
" tunggu" bu Indah menahannya.
" bu kita harus segera membawanya ke rumah sakit. saya takut dia anfal. sonya nona Melody habis mendonorkan darahnya untuk tuan saya"kata Kris.
" tunggu dulu. Melody harus selalu memakai jilbab" bu Indah memasang jilbab biru di kepala Melody.
" ibu boleh ikut saya"kata Kris.
" saya boleh ikut om" tanya Arya.
"ok"
mobil mewah itu meluncur ke rumah sakit Tomson medical internasional.
" suster. cepat Sus" seru Kris.
" tuan Kris. kenapa pasien "
" demam tinggi. dia habis kecelakaan. tadi siang juga mendonorkan darah"
" taruh di brangkar. "tubuh mungil berjilbab biru itu segera di tangani dengan cepat.
" loh inikah ade yang tadi siang. kenapa dia" tanya dokter Fani.
" demam dok. "
"pasang infus dulu"
" dok. ruang VVIP. sebelah tuan Arsen ya" pesan Kris.
" baik tuan"
di ruang Arsen di rawat.
"gimana keadaan nya. " tanya Arsen
" hampir anfal. tapi udah ditangani. saya taruh di sebelah kamar tuan. maaf tuan"
"is ok. nggak papa. antar aku kesana"
Kris mengambil kursi roda. membantu Arsen duduk. lalu mendorong kursi roda ke kamar sebelah.
gadis itu berbaring dalam diam. hanya bunyi tetesan inpus yang terdengar. Arya dan bu indah sedang sholat sunah. mohon kesembuhan untuk melody.
" ya Allah. angkat lah penyakit kak Melody. hilang kan sakitnya ya Allah. biar aku saja yang sakit ya Allah. jangan kak Melody. kami tak bisa apa apa tampa kak Melody. Hu hu huuu... "
" aamiin. sembuh kan anak hamba ya Allah "
mereka selesai sholat.
"permisi"
"ya" Arya membuka pintu. " masuk om. mau nengok kak Melody ya. "
"iya.om sama tuan Arsen. bos nya om"
"silahkan masuk tuan"
" bagaimana keadaan nona Melody "
" belum bangun. kata dokter tadi pengaruh obat tidur di infus nya" jawab bu Indah.
Arsen mendekati ranjang Melody.
" dia kan yang menghajar aku dulu"Arsen ingat kejadian minggu lalu di alfajuni. "cantik juga kalo lagi tidur"
" bos, "
"ganti sepeda nya yang rusak kemarin. kasih motor baru. ingat. untuk cewek"
"baik bos"
"ibu" Melody terbangun. matanya berkedip kedip menyesuaikan dengan cahaya lampu yang terang.
"sudah bangun nak. bagaimana keadaan mu. mana yang sakit" tanya bu indah.
" kak. kakak udah bangun. kakak lapar. apa kakak mau minum"tanya Arya. ia naik ke atas tempat tidur yang tinggi.
"haus bu. " kata Melody pelan.
"minum ini nona. ini madu cair" Kris menyodorkan botol kecil pada Melody.
" ambil sendok Ar" suruh bu Indah.
Melody meminum sedikit demi sedikit.
" sukurlah kau sudah bangun. istirahat lah yang banyak. biar kau cepat pulih"kata Arsen.
"kau" melody menatap Arsen.
" ini tuan Arsen yang kecelakaan kemarin. dan nona telah mendonorkan darah untuk tuan Arsen. kami mengucapkan banyak Terima kasih pada nona Melody "kata Kris.
" ya terimakasih Melody " kata Arsen.
"berterimakasih lah kepada Allah SWT. karena Ia lah sang pemilik kehidupan. "
"Allah" Kris dan Arsen saling pandang.
"oh.Allah SWT itu adalah Tuhan kami" kata Melody. " emang kau tak punya Tuhan "
"Tuhan.aku tak tau Tuhan itu siapa" kata Arsen.
" terus yang ngasih kamu hidup sapa" tanya Melody. bu Indah menumpuk bantal di belakang Melody. gadis itu duduk sambil bersender.
" papa dan mama " jawab Arsen.
"hah" bu indah dan Arya melongo.
" yang ngasih hidup papa dan mama mu sapa" tanya Melody
" ya kakek dan nenek "jawab Arsen.
" terus kakek dan nenek sapa yang ngasih"
" ya orang tuanya lah"
" jadi nggak ada habisnya. terus waktu kamu kecelakaan. tau siapa yang menyelamatkan mu"
" kamu dan orang orang "
"kami hanya perantara. tapi Allah yang menggerakkan orang orang untuk menolong mu".kata Melody. hidup dan mati kita ini milik Allah.
" kita hidup di dunia ini juga atas ijin Allah "
" kau menceramahi aku ya" mulut Arsen manyun. Melody melemparkan bantal nya.
" makanya jadi orang jangan sombong" omel Melody.
kris,bu indah dan Arya menatap mereka heran.
" kok bos nggak berkutik ya di omelin nona Melody. biasanya garang dan kejam. ini kok jadi hello kitty " batin kris.
"kok Melody galak ya sama tuan itu. nggak pernah aku lihat sebelumnya. nggak ada manis manisnya" batin bu indah.
" ih serem kali. kak Melody galak gitu. jangan jangan dokter tadi salah ngasih obat. hingga kakakku yang cantik dan lembut itu bisa berubah jadi galak gitu" Arya memperhatikan Melody.
"bu... aku lapar" kata Melody lembut.
" ih masih lembut. berarti masih kak Melody yang dulu" gumam batin Arya.
" kris. cepat cari makan untuk Melody " suara keras Arsen mengagetkan kris.
" aih... i... iya bos"
" ih kamu kok kasar gitu" omel Melody.
"alamak kumat lagi" pekik Arya. ia mendekati ranjang Melody.
Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim.
" kau kenapa Ar"
"pergi kau setan. jangan ganggu kakakku"
"wei... " Melody memukul tangan Arya " kau kira kakakmu ini kesurupan "
" alamakkkkk.... kuat kali setannya " jerit Arya.
"Arya.kau ini" bu indah menjewer telinga Arya.
" aduh... lok ibu ikut kesurupan juga "
" kamu yang kesurupan " kata bu indah jengkel.
"ampun bu"