siang itu ibu panti datang bersama anak anak panti. menengok Melody. mereka berdo'a bersama untuk kesembuhan Melody.
" makan siang datang" Kris masuk membawa dua kantong besar nasi kotak"ayo makan "
"siapa orang itu bu" tanya ibu panti berbisik pada bu Indah. ia melihat Arsen yang sedang menyuapi Melody.
"oh itu tuan yang di tolong Melody. donor darah katanya" balas bu Indah berbisik pula. anak kecil juga tau. gimana mau menyuap nasi. tangan kiri di infus. tangan kanan di perban. kaki kanan masih di ganjel bantal.
" kau tidak makan "tanya Melody. " makan sekalian. biar nggak bikin repot "
" ya ampun. kau ini galak kali." omel Arsen.
" terus kau mau macam aku juga. kau lihat lah keadaan aku ini. mau " Melody melotot jengkel.
"aku mau kau yang suapi" bisik Arsen mendekati wajah Melody. ia nyengir saat Melody mau mengamuk" nanti. tunggu kau sehat. sekarang kita makan sekotak bersama "Arsen tertawa. ia lalu menyuap nasi di sendok bekas Melody. lalu menyuapi Melody lagi.
" biasakan sebelum makan itu berdoa "
" aku tak tahu"
" kau semua tidak tau. jadi tau mu apa" omel Melody jengkel. ia tak mau di suapi lagi.
" ayolah sayang. ok aku berdoa. tolong ajari"
Melody diam
"Melody... sayang ku... manisku yang tercerewet" rayu Arsen. anak anak tertawa mendengar nya.
Melody tiba-tiba menangis. arsen terkejut.
" sayang.. sayang.. kenapa menangis. apa aku menyakiti mu. aku minta maaf " kata Arsen panik. Melody makin deras menangis. bu Indah menghampiri dan memeluk nya.
" biar ibu saja tuan Arsen " kata bu Indah.
" tuan Arsen. mungkin Melody tidak biasa dengan perlakuan tuan Arsen. "
" maksudnya " Arsen menatap ibu panti.
" Melody seorang muslimah. walaupun ia masih muda ia selalu belajar menjadi muslimah yang baik. yaitu tidak bersentuhan dengan lawan jenis. itu haram hukumnya tuan Arsen" kata ibu panti.
" coba om cari di internet. kalo ibu ngomong. takut salah "kata seorang anak panti.
" benar itu om. "
" atau tuan Arsen panggil ustadz. biar paham. daripada tau setengah setengah "
" kris"
"ya tuan"
"cari ustadz. dan bawa ke sini"
" baik tuan"
pov Arsen.
namaku Arsen. tepat nya Michael Arsen Tomson. pengusaha kaya raya. orang sering menyebutku Billionaire. sakin banyaknya asetku. sikap dingin dan sombong udah biasa bagiku. aku selalu kejam pada siapapun. terutama orang orang yang ingin mengganggu ku.
hingga usiaku hampir kepala 4.aku masih jomblo. bukan tak laku. tapi... penyakit ku yang aneh . aku tidak bisa bersentuhan dengan wanita. jika itu terjadi, maka akan timbul bercak merah yang akan melepuh seperti tersiram air panas. lalu aku akan sesak nafas sampai pingsan. karena itulah mama dan Velma kakakku tidak pernah lagi menjodoh jodohkan aku dengan kenalan mereka.
tapi kejadian tiga bulan yang lalu. mengubah semuanya. seorang gadis remaja membanting tubuhku. dengan enteng. padahal tubuhku ini besar. kalian tahu the rock. nah seperti itulah bodyku. masa gadis itu menghajar ku dengan mudah. hancur imege ku sebagai Billionaire gagah perkasa.
satu lagi. ia mengomeliku. tapi ia juga membantuku bangun. disitulah hal ajaib itu terjadi. disaat kulit tanganya yang putih dan mungil menarik tangan ku. jantung ku berdetak. bukan sesak nafas. tapi beribu kupu kupu berterbangan di dadaku. Aku pun bingung kok nggak melepuh. gadis itu malah cuek dan ngeloyor pergi.
sampai kejadian mengerikan itu. mobilku menghantam trotoar. begitu sadar aku sudah ada di rumah sakit milik ku.
dari mama dan Kris aku tahu siapa yang mendonorkan darah untuk ku. ya darahku memang agak langka seperti almarhum papa. AB-.
Kris mencari tentang Melody. gadis yang kini ada di sebelah kamar rawatku. gadis itu demam tinggi. aku menyuruh Kris memberikan pelayanan terbaik untuknya.
MELODY KHAIRUNNISA. 17 TAHUN. YATIM-PIATU. SEORANG PEBISNIS KECIL DI BIDANG KULINER. LULUS SMP. LEBIH MEMILIH KEJAR PAKET C. DAN KURSUS BAHASA INGGRIS DAN KOMPUTER. CERDAS. BERJIWA SOSIAL TINGGI. DONATUR TETAP DI PANTI ASUHAN KASIH IBU. TINGGAL DENGAN IBU DAN ADIK ANGKAT NYA SEJAK DUA TAHUN YANG LALU. PUNYA USAHA CILOK DAN BAKSO GORENG. PUNYA BISNIS ONLINE SHOP.TAS SEKOLAH, KAUS KAKI, SEPATU SEKOLAH, KOSMETIK REMAJA. SERING MENTERJEMAHKAN BUKU ASING. BLA BLA BLA
hebat kali gadis ini. baru 17 tahun. udah mau menyaingi ku. tapi aku salut padanya.
menatap wajahnya yang manis. ingin sekali aku melindungi nya. tubuh mungilnya hilang di balik selimut.
ya... aku harus mencari ustadz. kalo tidak aku tidak bisa dekat dengan gadis kesayangan ku itu. kesayangan. ya kata yang tepat. untuk gadisku yang galak dan cerewet itu.
hari ketiga di rumah sakit. aku mau melihat Melody. tadi malam dia sudah bisa bangun sendiri. sudah meloncat loncat di kasur. demi meyakinkan kami. kalo ia sudah sehat.
dasar bandel. katanya kalo lama lama di sini, nanti pemasukan tak ada. hmmmmm... kadang aku bingung dengan jalan pikiran Melody. tapi aku ingat lagi. ia menanggung hidup banyak orang. bu Indah, sekolah Arya dan Alam, Sarah, dan si bayi Bilal. ia juga membantu sekolah Intan. anak seorang penjaga gerbang proyek.
***
sejak tadi kami sibuk mencari Melody. ia hilang. begitu kata Arya. si bocah yang menjengkelkan itu.
" cari sampai dapat. atau ku pecat kalian" bentakku geram. masa menjaga gadis sekecil Melody saja nggak sanggup.
"bos... tenang dulu. nggak mungkin nona Melody hilang begitu saja" kata kris. asisten ku yang sudah ikut dengan ku lebih dari 15 tahun. "mungkin nona bosan di kamar terus"
kris membuka ponselnya. asisten ku itu telah menyadap CCTV rumah sakit besarku itu. nampak di layar seorang gadis keluar dari kamar rawat. hanya memakai sendal tipis milik pasien. ia celinguk celinguk. menatap kekiri dan kanan. lalu ke kanan. berjalan santai.
" jam berapa itu"tanya ku.
" satu jam yang lalu"jawab kris.
"cari" suruhku.
"tuan... tuan" seorang bodyguard berlari sambil membopong seseorang di bahunya.
" turunkan aku"teriak Melody. ia memukuli bodyguard yang membopong nya.
" apa yang kau lakun. cepat turunkan wanita ku" bentak ku geram.
" maaf tuan"
" jadi ini ulah mu" Melody menatap ku marah. nyeri jantung ku terasa melihat matanya yang berkaca kaca.
" sayang ku maaf"
"aku bukan sayang mu" katanya cepat. " jangan mengganggu ku. aku sibuk" ancam nya tampa menoleh. pergi lagi ke arah ia datang.
Arya berlari mengikuti. seorang bodyguard dengan sigap menyusul.
pov arsen. and.
pov Arya.
ih nyebelin banget sih kak Melody. kemana coba dia. kan masih sakit. jalan aja masih pincang gitu. aku ikut masuk ke dalam lift. kami saling diam. aduh gawat kalo kak Melody sampai ngediemin aku. bisa habis kena ceramah kanjeng ratu nanti. aku garuk garuk kepala yang tak gatal.
'kenapa " tanya kak Melody. saat pintu lift terbuka. kami keluar.
"eh" aku bingung mau jawab apa.
" kutuan ya. jangan tidur dengan ibu. nanti nular"ujar kak Melody. ya Allah ya Rabbi ya karim. ampuni lah hamba mu yang tampan dan imut ini.
" kok kutuan sih. nggak lah. aku kan selalu sampoan kak" kataku" kakak mau kemana "
" bisnis " Jawab nya enteng. percaya sih. kalo kakakku yang super duper pintar dan cerdas itu otak bisnis. mending diem manis dah. ntar ketiban duitnya. hehehe.
aku heran kok ke kantin. tunggu guys. apa kakakku lapar ya. di kantin rumah sakit kan biasanya mahal. ah ikut aja deh. daripada kena semprot lagi.
ku lihat si om ber jas hitam masih ngikutin. mau apa dia. tenang. ada aku Arya si tampan imut yang bakal jagain kak Melody.
aku melongo. bukan nya pesan makan malah ngajak si ibu kantin ngobrol. sekarang malah ketawa tawa. kenapa lagi sih kakakku yang jomlo itu. kantin yang lumayan besar itu lagi sepi. mungkin orang orang belum lapar kali ya. ku comot gorengan di piring. makan dengan lahap.
kak Melody menatap ku. menggedikkan dagunya ke arah om ber jas.
" om. di suruh kak Melody makan apa aja. dia yang bayar. " bisikku pada si om ber jas.
dengan gaya malu malu si om duduk di sebelah ku.
" pesan apa de, mas" sapa mba mba berkerudung hitam.
" aku s**u panas. kalo om ini apa om. kopi ya"tanyaku.
"boleh" si om mengangguk.
kak Melody berdiri. ia bersalaman dengan ibu gemuk berkerudung hitam.
" jadi nanti saya antar 50 dulu ya bu. percobaan "
" 100 juga nggak papa neng. di sini pasti habis. kadang ada keluarga pasien juga nyari sarapan. nunggu ibu masak kelamaan. sedangkan mie instan mereka bilang nggak kenyang "kata ibu itu.
" oke deh bu. nanti saya tambah gorengan dan kue kue. gimana bu"
" boleh juga neng. yang penting jangan mahal mahal"
" tenang aja bu. dari saya 1500.ibu bisa jual 2rb . kan lumayan. nasinya tetap dari saya 7rb.karena porsi sarapan "
oalah. rupanya kakakku yang cantik itu sedang berbisnis nasi bungkus lagi. hebat.
" nanti kalo sarapan pagi lancar. saya akan coba makan siang dalam bentuk kotak bu. tentu dengan harga dan lauk yang lebih juga"
ku akui kak Melody ini raja nego. setiap yang di negosiasi sama dia pasti deal.
" baik neng. atur saja. "
" bu hitung makan mereka berdua " kata kak Melody. itu tanda udah selesai. harus cepat pergi.