Are You, Okay?

1810 Kata

Tepat jam lima, aku mematikan layar komputerku dan mendorong kursiku ke belakang. Rencananya sepulang kerja ini, aku akan mampir ke toko furniture untuk membeli cermin dan ambalan. Mataku tidak tenang memandang barang-barang yang berserakan. Padahal tidak berserakan juga, sih, benda-benda tersebut tertata rapi. Hanya saja, cukup mengganggu pemandangan karena tidak berada pada tempatnya. Aku turun dan menempati lift sendirian. Saat sampai di lantai lima, beberapa karyawan lain masuk, mungkin mereka nasibnya sama denganku, tidak punya pekerjaan lebih hingga tidak harus lembur. “Gue lihat tadi, lho. Cakep banget, anjir.” Salah seorang terkikik. “Sudah kayak model, ya?” Yang lainnya menanggapi. “Gue kira dia tadi nyasar, tauk. Biasanya departemen pemasaran, kan, ya, yang menerima tamu. Ken

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN