Kata Hati

1593 Kata

Ini pertama kalinya kami makan bersama di rumah. Aku memperhatikan Kak Sarah yang membawa secangkir kopi buat Kak Saga. Untuknya sendiri dia menyeduh segelas cokelat. Kak Sarah sempat menawariku, tapi aku memilih s**u plain dari kulkas. Cokelat panas mengingatkanku pada seseorang. Aku sedang tidak ingin mengingatnya sekarang. “Di kantormu masih ramai kalau kita pacaran, Ra?” Kak Saga masih menekuni layar tabletnya, sepertinya dia sedang membaca berita pagi. Aku yang sedang mengolesi toast dengan mentega langsung mendongak. Bisa kulihat Kak Sarah menahan senyum. “Masih, kayaknya. Aku nggak terlalu merhatiin. Yang penting teman-temanku tahu, kita bersaudara. Yang lain, terserah deh mau mikir apa.” Aku mengedikkan bahu. Kak Saga menoleh padaku, dia terlihat surprise. Lalu, senyumnya mengem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN