Gila

2309 Kata

Masih ada waktu tiga puluh menit lagi sebelum aku mematikan layar PC dan melenggang keluar dari ruangan ini. Aku memeriksa sekali lagi apa yang baru saja kukerjakan. Jangan sampai kesalahan pekan lalu mmebuatku dipanggil Mbak Nina. Tapi .... “Ra, disuruh Mbak Nina ke ruangannya.” Kak Agni berdiri di samping meja. Entah sejak kapan dia di sana. “Ada apa, Kak?” Kak Agni menggeleng. Dia membawa gelas kosong menuju pantry. Sudah dapat dipastikan dia akan lembur hari ini. Memang hanya aku yang selalu pulang pukul lima setiap hari. Aku menyimpan data yang belum kuperiksa untuk kedua kalinya. Ada apa lagi sekarang? Setelah file tersebut tersimpan, aku segera mematikan layar PC. Tidak mungkin juga aku akan menyalakannya kembali. Kira-kira apa yang kulakukan sehingga Mbak Nina memanggilku, ya?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN