Tinggal Sama Gue

2248 Kata

Ken menurunkanku di depan gerbang perumahanan. Aku melarangnya untuk mengantarku sampai depan rumah. Pasalnya aku tidak mau kami ketahuan oleh Ayah. Itu alasanku. Dia menyetujui tanpa protes. Biasanya kami akan berdebat terlebih dahulu pada saat seperti itu. Aku segera meraih ponsel dan mencari nomor yang telah mengirimiku pesan setelah berjalan cukup jauh dari pos security. Satpam tersebut tidak lagi bertanya soal aku yang turun di tepi jalan. Mungkin karena sudah sering, maka dia tidak begitu heran. “Ki, lo kenapa?” tanyaku langsung saat sambungan teleponku diangkat. “Ra. Lo sudah nyampe rumah?” Kia balik bertanya. Aku menghentikan langkah. Di tempatku berdiri sekarang jalanan lumayan sepi. Namun, sepuluh sampai dua putuh meter ke depan, banyak anak-anak serta ibu-ibu yang sedang non

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN