Entah perasaanku saja atau memang demikian, aku merasa orang-orang memperhatikanku. Mereka menoleh sejenak saat aku lewat, atau sengaja memberiku tatapan bertanya, menelitiku dari atas sampai bawah. Seolah baru melihatku untuk yang pertama kalinya. Jika hanya seorang saja, aku takkan ragu untuk bertanya, ada apa? Kenapa? Atau pertanyaan lain yang sekiranya bisa membunuh rasa penasaranku. Namun, rata-rata dari mereka memang meluangkan waktu sejenak untuk berhenti saat bertemu mata denganku. Selain itu, ada yang berbeda saat aku duduk di kubikelku sendiri. Kak Agni, Mbak Giska, maupun Mbak Rani hanya memberiku senyum ala kadarnya. Mereka sama sekali tidak bertanya mengenai cutiku yang dadakan itu. Apa mereka semua sudah tahu? Mereka bertiga juga tidak menghubungiku sama sekali selama aku

