Mbak Nina dengan mudahnya memberiku izin saat aku bilang akan libur untuk wisuda. Aku minta libur dua hari. Karena dapat dipastikan keesokan harinya tubuhku akan remuk redam, sementara kalau langsung diajak bekerja, otakku pasti tidak akan jalan. Salah-salah nanti aku ngasal. Input data yang bisa berakibat fatal. Pekerjaanku menuntut ketelitian ekstra soalnya. Banyak departemen lain yang mengakses data internal kami. “Jadi, besok, ya, Ra?” Kak Agni menatapku setelah aku bilang, besok aku libur. Sekarang Kak Agni tidak lagi mementoriku karena order pekerjaan langsung diberikan oleh Mbak Nina. Tidak terlalu jauh berbeda dari yang sudah aku pelajari dari Kak Agni sebenarnya. Dia juga masih bersedia membimbingku jika aku kesulitan. “Iya, Kak.” “Selamat, ya, Ra. Jangan lupa foto-foto, nanti

