Kak Saga memintaku bertemu di luar lagi saat jam makan siang. Kali ini dia akan menungguku dengan mobil di depan lobi kantor. Melihat dia tidak mau makan di tempat sederhana seperti beberapa waktu silam, aku menyetujui usul tersebut. “Ini sudah semua, kan, Mara?” Kak Agni masih berdiri di sampingku sambil memandang spreadsheet yang baru saja aku buat. Kolom-kolom ini untuk mencatat barang keluar-masuk sesuai jam dan tanggal. Laporan yang diberikan pihak gudang cukup memusingkan. Sudah berupa berkas lengkap yang tidak ketahuan kapan barang yang diretur tersebut dikirimkan. Apakah dalam partai besar, atau partai kecil sebagai permintaan tambahan. Sudah dua hari ini staff penjualan lembur untuk mengerjakan itu. Mencari tanggal produksi mana yang kelolosan. Tentu saja aku tidak termasuk di da

