Senin identik dengan kata sibuk untuk semua orang, termasuk Kak Agni yang tidak bisa turun ke kantin untuk makan. Dia harus puas menjejal perutnya dengan sandwich yang dia bawa dari rumah. Sepertinya dia sudah tahu takkan sempat makan saat jam istirahat seperti sekarang. Begitu juga dengan Mbak Giska, dia juga tidak bisa turun. Mereka masih tenggelam dalam kubikel dan memandangi layar monitor untuk bekerja. Akhirnya aku hanya berdua dengan Mbak Rani yang sejak tadi mengamit lenganku. Kami antre di depan konter yang sama. Antreannya tidak terlalu panjang. Busy Monday dan kantin kosong adalah perpaduan yang mungkin akan aku temui setiap minggu. Membuat semua pemegang kartu bergabung menjadi satu. Hal ini tentu saja berbeda saat kantin lumayan penuh dan sibuk. Kami akan membentuk ular antrea

