Sepert di Planet Lain

1804 Kata

Sebelum jam makan siang, Eka menghubungiku. Dia memintaku untuk bertemu. Kami janjian di salah satu pusat perbelanjaan. Lokasinya cukup jauh dari tempat kerjaku. Dapat dipastikan aku akan kemalaman sampai sana, meskipun jam lima sudah keluar dari kantor. Dia hanya tergelak, menertawakan nasibku sebagai karyawan. Eka belum merealisasikan rencananya untuk memasarkan produk lele yang lebih esklusif, untuk mendongkrak angka penjualan. Dia masih betah lontang-lantung di rumah. Sedangkan Budi sudah mulai bekerja di salah salah satu pabrik spare part kendaraan roda dua di daerah Karawang. Kami akan sulit bertemu. Davi langsung pulang ke Riau begitu ijazah kami keluar. Jangan tanyakan Kiara, dia belum ada kabar hingga sekarang. Padahal aku sangat merindukannya. Aku sangat khawatir akan kondisin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN