Kamu tahu rasanya berperan sebagai detektif? Aku harap, hanya aku yang melakukan hal konyol semacam ini. Mau bagaimana lagi, aku penasaran siapa perempuan itu? Aku harus melakukannya sendiri. Aku tak bisa meminta bantuan teman-temanku. Mereka juga sama-sama anak penjualan, selain fakta bahwa mereka perempuan. Mencurigai teman kerja sendiri itu tidak enak. Tapi, aku mulai mengabsen mereka satu per satu. Kira-kira, siapa yang bermain bersama Kak Saga selama ini. Kalau Kak Saga bisa dengan tegas mengatakan bahwa tidak pernah ada perempuan lain. Aku takkan melakukan ini. Tapi, aksi bungkamnya serta reaksinya yang langsung panik setelah aku menyebut anak penjualan membuatku percaya, memang ada sesuatu. “Lo kenapa, sih, Ra? Lagi PMS? Lagi diet, atau bagaimana?” Mbak Rani menyenggol lenganku. K

