Part 10. Keesokan paginya, Allucard yang merasa ada sesuatu di kepalanya, membuka matanya dan mendapati Sheina tengah tersenyum memainkan rambutnya. Melihatnya begitu dekat, Allucard tersenyum semringah Sheina benar-benar ada di hadapannya seolah mimpi yang menjadi nyata. "Selamat pagi," sapanya begitu lembut. "Pagi." Allucard membalas sapaannya, tangannya terangkat berniat membelai pipi Sheina yang putih pucat. Sejak pertama mereka bertemu, Sheina memang sudah kali cantik natural di mata Allucard, begitupun dengan kepribadiannya yang baik dan lugu, membuatnya mudah jatuh cinta dengan wanita itu. Jadi tak akan mengherankan, bila Allucard sangat mengagumi Sheina dan sering membelai wajahnya. "Ayo bangun, aku sudah buat sarapan." Sheina merengkuh tangan Allucard, menikmati setiap belaian

