"Empat hari sanggup?" tantang Intan, Akbar melotot melihat brokat dan kain batik teronggok di mejanya. "Seminggu, lah, Bu," tawar Akbar. Selain mengajar Akbar dan Intan memang kerap menerima jahitan dari beberapa pelanggan tetap. "Ini di pakai Jumat, Bay. Paling telat kamis harus udah selesai. Kamis pagi." "Mepet, Bu. Abay takut mengecewakan pelanggan," protes Akbar. Dia mengusap batik motif lereng berwarna coklat gelap yang terasa halus ketika disentuh. "Bay," rayu Intan. "Bu, Abay kan harus ngawasin anak-anak juga, kenapa diterima, sih, Bu." Akbar mulai kesal. "Ibu bantu, deh. Rok sama kemeja batiknya biar Ibu kerjakan sendiri. Abay kerjakan kebayanya aja. Gimana?" "Harus, ya? Maksa banget, sih!" "Bay, sebetulnya ini bukan punya pelanggan," ungkap Intan dengan suara pelan, "Ini p

