Ditembak?

1341 Kata

“Mouza ikut aku yuk duduk disana!” Eja mengajak dengan begitu percaya diri. Dan tumben dia berada di kelas, biasanya juga entah kemana dia. Aku membuntuti Eja dari belakang, punggungnya terlihat tipis dengan badannya yang kururs. Terlebih sekarang ia terlalu sibuk membuat ia jadi semakin kurus saja. “Duduk sini gih!” tangannya menggelepar-gelepar pada yang ia persilahkan untuk kududuki. Sementara ia sudah duduk di pojok sana. Dengan mudahnya akumengangguk dan menuruti perkataannya. “Mouza udah sarapan tadi?” Eja dengan kedua tangannya yang ia satukan di atas meja. “Basi banget pertanyaan kamu Ja.” “Loh, bukannya itu bentuk dari sebuah perhatian. Aku sayang sama kamu Mouza, makanya aku perhatian.” Ia seperti sedang menyatakan cinta namun dengan mimik wajah yang biasa saja. Lalu mau ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN