Risa Prov Seperti biasa kami duduk di bawah pohon akasia terfavorite kami, berbaring menyender di pohonnya yang rindang sementara pelajaran belum benar-benar aktif seperti biasanya. “Aku pengen buka hijab deh?’ ucapan Mouza barusan sontak membuatku berdiri, sepertinya Mouza sedang kerasukan. Matanya menatap nanar pada lapangan hijau. “Mouza kamu kerasukan?” “Kerasukan apa sih Risa? Lagian kamu ekspresinya berlebihan deh.” “Huhaha.” Salsa tergelak. “Eh, Mouza aku saranin ya. Mending ngak usah, banyak yang belum pakai hijab aja pengen pake’. Lah kamu udah pake’ pengen ngelepas. Gimana ceritanya?” Salsa menasihati Mouza yang perkataannya memang benar seatus persen. “Betul itu. Lagian kamu yang membujukku buat pake’ hijab dan sebenarnya aku pengen Cuma belum waktunya aja. Jangan di lepa

