Kumpul

1780 Kata

“Hai,” Risa melambaikan tangan dari dalam kantin. “Hai,” aku langsung loncat dari sepeda motor, lalu berlari ke arah Risa dan memeluknya. Aku sungguh tidak menyangka jika Risa bisa hadir dengan yang aku tahu sekelumit permasalahan hidupnnya. “Woi, main kabur aja. Ini konci motor kamu ketinggalan,” teriak Salsa sambil menarik kunci motorku. Aku hanya menoleh sejenak dan tidak menghiraukan perkataan Salsa. “Udah lama nunggunya?” tanyaku pada Risa. “Ngak juga, baru nyampe juga," Risa masih memegang tanganku sisa dari pelukan tadi. “Nih konci motor kamu, untung aku perhatian,” Salsa melempar kunci motor di atas meja kantin. “Itu kan Redi,” ucap Risa yang membuat aku dan Salsa terkaget. Kami melihat kearah jalan depan kantin. “Siapa tuh yang di bonceng?” Salsa kepo. “Bukannya itu Ani,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN