Aku sudah tiba di sekolah saat Risa malah belum tiba di sekolah. Ku piker mungkin Risa sedang tidak bersemangat jadi datangnya agak telat. Tapi tak lama Desi tiba di kelas dan menaruh sebuah surat di atas meja guru yang biasanya adalah surat izin. “Surat siapa Des?” tanyaku pada Desi. Aku selalu bersikap biasa saja pada Desi yang ku tahu sebenarnya dia tidak menyukaiku. “Surat Risa.” “Risa izin kenapa? Sakit?” “Katanya sih gitu.” “Lah kok gitu. Kamu liat dia sakit ngak.” “Tau..” ucap Desi acuh. Desi, Desi, apa yang dia tahu. Sisiran aja kerjaannya. Mau direbonding tapi ngak ada uang katanya, jadi galau dah. Aku membuka ponsel demi menghubungi Risa, namun ternyata sisa pulsa sudah nol. Mumpung belum masuk, aku bergegas ke konter depan sekolah untuk mengisi ulang pulsa. Selesai dari

