Sinar mentari menerobos masuk melalui fentilasi udara, sinarnya terasa menyilaukan perlahan kelopak mata Satria mengerjap beberapa kali menghalau sinar dengan tangannya, ia tersenyum simpul saat melihat Bianka yang masih nyenyak tertidur dalam dekapannya meletakan kepalanya di dadanya. Rasanya seperti mimpi bisa seintim ini dengan Bianka apalagi setelah melewati malam panjang bersamanya, perasaanya terlihat jauh lebih ringan. Ia menyampirkan anak rambut Bianka yang menutupi wajah ke belakang telinga. Jari telunjuknya menyentuh mengikuti garis wajahnya dari hidung kening dan berakhir di bibir mengusap perlahan. Tak henti-henti Satria mengagumi paras cantiknya akhirnya ia bisa mewujudkan cita-cita masa kecilnya menikah dengan Bianka, meski harus melewati drama. Teringat saat kecil sering

