Sarah tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh David. Bisa-bisanya ia menyuruh aborsi. Satu tamparan kembali Sarah layangkan pada David hingga membuat sudut bibirnya berdarah efek pukulan dan tamparan bertubi-tubi yang ia terima, hatinya Sarah terasa sesak David orang yang selama ini ia bela mati-matian menyuruhnya melakukan hal keji pada buah hatinya sendiri. Sarah menggeleng tak percaya ia mengusap kasar air matanya dengan punggung tangannya. Ingin sekali David membalas, tetapi ia sadar masih membutuhkan Sarah, David hanya bisa diam meredam emosinya dan meringis kesakitan. ''s**t!'' umpat David. ''Kamu gila, ya? kita udah ngelakuin dosa besar sekarang kamu nyuruh aborsi? Otak kamu di mana? Enggak, aku gak mau melakukan hal itu. Janin ini tidak bersalah!'' ujar Sarah dengan bibir b

