Episode 28

1297 Kata

David menghempaskan tubuhnya di sofa mengusap rahangnya yang terasa nyeri, ada lebam di sudut bibir dan sekitar rahang, efek dari pukulan yang Satria beri. ''Sialan kamu, Sat. Tunggu, aja pembalasanku. Aku akan merebut Bianka kembali gimana pun caranya,'' ucap David bermonolog. David menghembuskan napas kasar, memejamkan mata sejenak dengan wajah menengadah ke atas sambil mengurut pangkal hidungnya yang terasa pusing. Terdengar bel unitnya berbunyi berulang kali. ''Siapa sih, ini ganggu orang aja.'' Dengan enggan David melangkahkan tungkainya membuka handel pintu, karena tak henti-hentinya bel itu berbunyi seperti rentenir ingin menagih hutang. Mengingat kata rentenir langkahnya terpaku di tempat dan ragu untuk membukanya. ''Rentenir? Mana mungkin mereka tau apartemenku,'' ucap Davi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN