Bianka berjalan seorang diri menuju parkiran dengan langkah kecil sambil bersenandung ria, ia akan menunggu Satria di dalam mobil saja hatinya terasa riang dan bahagia. Baru akan membuka pintu mobil seseorang memegang lengannya. Membuatnya menoleh. ''Bi, tolong kasih aku kesempatan,'' ucap David memohon dengan mencengkeram kuat lengan Bianka. ''Apa? Kesempatan? Sorry, gak ada kesempatan buat orang seperti kamu,'' tegas Bianka dengan sorot mata tajam. ''Minggir aku mau lewat, jangan halangi jalanku.'' ''Gak, aku gak akan minggir kalau kamu belum kasih aku kesempatan.'' ''Kalau kamu masih maksa juga, aku bakal teriak biar kamu ditangkap securyti,'' ucap Bianka mencoba melepaskan tangannya dari cengkeraman David. ''Bi, please aku mohon. Aku gak bisa hidup tanpa kamu.'' ''Cih, merdu bang

