Bianka duduk bersila di sofa sambil membaca majalah fashion, ada Bram duduk di sebelahnya menonton tayangan debat politik di televisi seraya menyesap kopi perlahan. Menikmati tiap kenikmatan yang ia teguk perpaduan manis, hangat dan pahit menjadi satu. Seperti kehidupan ada manis dan pahit tinggal bagaimana cara kita menikmatinya dan bersyukur saat menjalani, hingga bisa memahami suratan yang tersirat. Bram menatap jam yang terpasang di dinding menunjukkan pukul 22.15 ia menoleh menatap Bianka yang masih asyik membolak-balik balik majalah. ''Bi, kenapa masih di sini. Ke kamar sana, susul Satria.'' ''Nanti, Pa belum ngantuk.'' Hanya decakan yang keluar dari bibir Bram ''Belum ngantuk gimana, Papa liat kamu beberapa kali menguap. Ke kamar sana bikini Papa cucu.'' Lidah Bianka tercekat me

