Setelah merasa lebih baik dan istirahat yang cukup dengan suka cita Satria mengajak Bianka untuk pergi ke rumah sakit memeriksakan kandungan demi keselamatan dan kesehatan calon ibu dan anaknya kelak. Satria tak ingin calon anaknya kekurangan suatu apapun, mengantisipasi hal-hal buruk yang mungkin saja bisa terjadi. Ya itung-itung sebagai pencegahan dini sebelum terlambat agar bisa tertangani sedini mungkin. Ia tak ingin kecolongan bisa-bisanya tak sadar jika istrinya sedang hamil untung saja tidak ada sesuatu yang buruk terjadi. "Sudah siap?" tanya Satria pada Bianka yang kini sedang menyisir rambut. Satria memerhatikan tiap gerak-gerik istri tercinta berdiri di belakangnya. "Sudah, ayo," sahutnya tak kalah semangat sambil meletakkan sisir di meja dan meraih tas yang menggantung di te

