Satria harap-harap cemas menanti hasil pemeriksaan, ia berjalan mondar-mandir di depan pintu kamar Menunggu dokter memeriksa Bianka. Ia takut sesuatu yang buruk terjadi pada Bianka, kalau sampai ada apa-apa Satria tak bisa memaafkan dirinya sendiri, karena tak becus menjaganya. Pintu berderit dokter Reza keluar dari kamar setelah memeriksa Bianka. "Dok gimana keadaan istri, saya?" tanya Satria cemas. " Dokter Reza tersenyum tipis menepuk bahu Satria pelan. " Pak Satria gak usah cemas, Ibu Bianka baik-baik saja. Hal yang wajar terjadi pada kondisi ibu hamil pada tri mester pertama." Satria mengangguk mendengar penjelasan dokter Reza, sedetik kemudian ia terperangah seperti merasa salah pendengar dan butuh memastikan. "Apa hamil? Bianka hamil, Dok? Coba tolong ulangi sekali lagi, aku

