Bab 8Dada Bidang Seorang Pria Risma tersenyum karena tumis kangkungnya sudah jadi. Ini adalah menu makan malamnya yang sudah agak telat. Tidak apa-apa, yang penting perutnya terisi dan dia tetap sehat. Risma membawa tumis kangkung itu ke atas meja. Dia sudah tidak sabar untuk menyantap karena perutnya sudah menagih untuk diisi. Tapi tampaknya dia harus menunda untuk makan lantaran mendengar ketukan di pintu. Risma terdiam sejenak, berpikir, mencoba untuk menebak siapa yang mengetuk, sebelum akhirnya bergerak menuju pintu. Dia berharap itu bukanlah Kendra. Dia capek menghadapi suaminya itu. Ketukan itu kembali terdengar. Risma pun meninggalkan meja makan untuk membuka pintu. Matanya melebar begitu mendapati Laili, ibu mertuanya berdiri di hadapannya. “I… bu?” ucap Risma setengah tak per

