Bab 9

1227 Kata

Bab 9Aku Bukan Pembantu Risma mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang ditabraknya karena pria itu jauh lebih tinggi darinya. Sebuah wajah tampan dan berahang kokoh tertangkap oleh matanya. Dari wajah saja, Risma tahu pria itu bukan orang sembarangan. ”Hei, kamu kalau berjalan pakai mata!” Seorang pria di belakang pria yang ditabrak Risma marah. Pria yang marah itu adalah assisten pribadi pria yang ditabrak oleh Risma. Risma langsung mengerjapkan mata dan membungkuk. “Oh, maaf. Saya tidak melihat. Sekali lagi maaf.” Terdengar desahan nafas kesal dari orang yang memarahinya tadi sebelum akhirnya kedua pria itu bergerak meninggalkan lokasi. Risma menatap punggung dua orang yang baru meninggalkannya itu dengan tatapan menyesal. Harusnya dia lebih berhati-hati sehingga tidak sampai me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN