Bab 13Zayyan Ikut Pulang Mendengar jawaban Zaidan, Zayyan mendekati Risma dengan wajah gembira. “Mbak, ayo kita buat sesuatu lagi dari kertas.” Risma tersenyum dan kemudian berjongkok demi mencapai wajah Zayyan. “Iya, nanti kita buat lagi ya. Tapi tidak sekarang.” Kening Zayyan mengerut dalam. “Kok begitu?” “Soalnya mbak mempunyai banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.” Mendengar itu, Zayyan berbalik dan mendekati Zaidan lagi. “Pa, ini perusahaan papa bukan?” tanyanya. “Iya,” jawab Zaidan tegas. “Artinya mbak bekerja sama papa bukan?” “Iya, tentu.” “Kalau begitu papa jangan memberikan banyak pekerjaan pada mbak. Karena pekerjaan dari papa, mbak menolak untuk terus bermain dengan Zayyan.” Zaidan tertegun dengan ucapan Zayyan, terkesan seperti atasan yang sedang memarahi bawahan

