Bab 14Kabar Untuk Kendra “Assalamu’alaikum….” Ucapan salam di pintu membuat Risma yang sedang menyuapi Zayyan menghentikan gerakan tangannya dan menoleh ke arah pintu. Dia menjawab salam itu dan kemudian menatap Zayyan. “Zayyan dengar ucapan salam?” tanyanya pada anak kecil di depannya. Zayyan mengangguk. “Ya.” “Berarti kita kedatangan tamu. Zayyan tunggu sebentar di sini ya? Mbak mau membukakan pintu dulu.” Zayyan kembali mengangguk. “Itu sepertinya suara papa.” Mata Risma melebar. “Oya? Zayyan pikir begitu? Mbak pun berpikiran sama.” Setelah menaruh piring di tangannya ke atas meja, Risma beranjak dari duduknya untuk membukakan pintu. Benarlah tebakan Zayyan kalau yang datang adalah papa anak lelaki itu. Yaitu Zaidan yang kini telah berdiri di depannya dengan menenteng paper bag

