“Tetap saja, jangan melihatnya terlalu lama!” balas Manda dengan nada tidak rela. Jelas gadis itu merasa tidak senang karena pesona tak terbantahkan milik pasangannya menjadi fokus atensinya banyak gadis di area ini. Mendengar nada tidak rela itu, Marsha langsung terkekeh. Ia hanya bercanda saat berkata sebelumnya. Walau Senja memang memiliki pesona luar biasa, bagi Marsha hanya Michel yang berhasil membuatnya jatuh hati. “Oh, meleset?” Manda bertanya saat panah pertama milik Senja tidak mengenai buah apel sama sekali. Sementara sorakkan tepuk tangan terdengar saat Brillian berhasil menancapkan panahnya pada sasaran walau tak berhasil membuatnya terjatuh. Amanda mengangkat kedua alisnya sendiri, sepertinya Senja tidak terlalu menyukai permainan ini. Itu hanya persepsinya, ia tidak tahu

