Amanda mengambil alih botol di genggaman tangan Senja. Arah pandang gadis itu menengadah, lebih tepatnya tertuju pada Senja yang masih menatapnya dengan seulas senyuman. "Aku boleh meminumnya?" tanya Amanda dengan kedua alis terangkat. Senja langsung menganggukkan kepala guna dijadikan respon balasan. Setelahnya, pria itu kembali mendudukkan diri di kursi samping Amanda. Yakni kursi yang beberapa jam lalu sempat ia singgahi. Melihat ekspresi kelewat tenang yang tengah Senja perlihatkan, Amanda mengerjapkan pandangan. Senja terlalu tenang, padahal secara tidak langsung pria itu memberikan akses penuh untuk Amanda, agar meminum air mineral bekas bibir pria itu secara langsung. Mungkin, bagi Senja ini adalah hal sepele yang tidak perlu dibesar-besarkan. Namun menurut Amanda, ini cukup mem

