“Sama seperti sebelumnya, permainannya sangat tidak masuk akal,” ketus Amanda dengan kedua tangan bersedekap di depan d**a. Arah pandang wanita itu tertuju pada lokasi permainan yang masih sama di lokasi memanah. “Benar juga, jika dipikir-pikir, mengapa harus ada lomba balap karung? Panitiannya sungguh tidak kreatif,” sambung Marsha membenarkan. Keduanya berdiri di garis finish seperti yang diminta oleh panitia. Tentu saja tujuannya agar semua peserta bisa tertangkap dalam kamera. Amanda menutup mulutnya sendiri untuk menahan tawa yang siap dikeluarkan begitu mendapati Senja memakai karung goni dengan wajah netral. Pria itu tampak tidak keberatan, tetapi malah terlihat lucu. Dibanding tiga pria lainnya, Senja lah yang memiliki tubuh paling tinggi. Alhasil pria itu harus meluruskan tangan

