"Megumi." Megumi beranjak dari tempat tidur ketika Sebastian mengetuk pintu kamarnya. Sebenarnya Sebastian sudah melakukannya sejak tadi namun Megumi mengabaikannya namun selang beberapa menit Sebastian kembali mengetuk pintu kamarnya. Memanggilnya sambil merengek seperti bayi. "Apa?" Megumi membuka pintu. Menatap Sebastian galak. Yang di tatap memasang wajah melasnya. Maju selangkah kemudian memeluk Megumi erat. "Aku tidak bisa tidur. Punggungku terasa sakit." Megumi melirik punggung Sebastian. Punggung itu sudah membiru. Megumi meringis ketika melihatnya. Terlihat sangat mengerikan. "Aku akan mengoleskan obat lagi untukmu," ucap Megumi. Sebastian mengangguk patuh. Dia melangkah masuk ke dalam kamar. Mengambil posisi terkurap di tempat tidur. Sebastian akan tidur dalam posisi sepert

