Charis Yocolyn perlahan membuka matanya. Ia lalu mengedarkan pandangan sebelum akhirnya menyadari sedang berada di mana... Pada saat itulah ia merasakan sesuatu telah hilang dalam dirinya. Sesuatu yang direnggut paksa darinya. Sesuatu yang seharusnya ia jaga... "Charis?" Panggilan lembut itu membuatnya menoleh. Ia mendapati Papa Basutara duduk di sebelahnya langsung menghela napas lega. "Wajahmu pucat sekali, honey." Lalu Papa Basutara mengalihkan pandangan, berdeham. "Mereka bilang Papa harus segera memanggil dokter jika kamu sudah sadar..." Charis mengawasi kepergian Papa Basutara lalu kembali memejamkan mata. Tubuhnya lemas sekali. Bahkan untuk menggerakkan tangannya saja ia hampir tidak bisa... Hebat benar, pikirnya. Sudah berapa kali sekarang ia harus berbaring di ranjang rumah

