TZT-35

1904 Kata

Reyhan merebahkan tubuhnya di atas sofa. Saat ini, ia berada di rumah Erinna bersama Sisi dan Seno. Mereka menunggu sang pemilik rumah tiba. Karena tak mungkin, mereka meninggalkan Erinna begitu saja. Apalagi kondisinya yang demam. Sisi sudah mengompresnya, tetapi suhu tubuhnya tak kunjung turun. Sedangkan hujan, kembali turun dengan derasnya. Membuat mereka mau tak mau, harus berteduh di rumah ini sembari menunggu hujan reda dan kembalinya Tarissa ke rumah. "Gue mau cerita sesuatu ke lo berdua. Tapi, sebelum itu, lo berdua harus janji untuk rahasiakan hal ini dari orang-orang." ucap Reyhan yang mengubah posisi rebahannya menjadi duduk. Pemuda itu menatap Sisi dan Seno bergantian. Sisi menautkan kedua alisnya. "Cerita apaan sih? Lo jangan ngadi-ngadi ya?!" ucapnya yang merasa curiga.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN