TZT-51

1957 Kata

Erinna menatap dua sahabat saudari kembarnya. Ia sengaja meminta mereka untuk datang ke sini. Semalam, ia dan Ellinda sudah sepakat untuk bertukar tempat. Karena dirinya sudah tak betah menjalani kehidupan Ellinda. Ia ingin kembali ke kehidupannya. Begitu juga dengan Ellinda yang sangat merindukan sang Mami. "Lo berdua mau 'kan, anter gue pulang ke rumah gue yang asli?" tanyanya membuat keduanya saling memandang. Kondisi Erinna masih belum memungkinkan untuk beranjak dari rumah sakit, tetapi tekad gadis itu sudah bulat. "Tapi, Rin—" ucap Sisi menggantung karena seseorang membuka pintu ruang rawat ini. Dia adalah Reyhan, yang datang dengan minuman pesanan mereka. Erinna menatap sinis pada botol minuman dingin yang disodorkan kepadanya. Ia dan Reyhan belum berbaikan, karena dirinya yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN