Sisi dan Seno merasa curiga pada sahabat mereka yang sejak tadi terus tersenyum. Sepertinya, ada suatu hal yang membuatnya tampak lebih ceria dari biasanya. Erinna, gadis itu memainkan sedotan jus alpukat kesukaannya. Di detik berikutnya, ia menggemakan tawa, membuat Sisi dan Seno merasa takut sendiri. "Si, itu si Ellin udah gila apa ya? Tadi senyum-senyum sendiri, terus sekarang malah ketawa!" bisiknya merasa merinding akan sikap Erinna hari ini. Sisi memandang lekat manik matanya. Erinna yang tersadar pun, semakin melebarkan senyum. "Lin, lo nggak lagi kesurupan 'kan?" tanyanya hati-hati. Erinna menggeleng. Ia menepuk pundak sahabat perempuan saudari kembarnya. "Tenang aja. Gue nggak papa." jawabnya tersenyum merekah. Sisi mengangguk pelan. Ia melirik ke arah Seno yang menatap Eri

