Sesuai arahan dari pengantin baru, Desi mengirim foto Dara ke nomor Dhafa yang tentunya berasal dari Dayana. Respon yang Desi baca dari pesan singkat yang masuk adalah bahwa Dhafa sudah tak asing lagi dengan perempuan itu. Desi tentunya betanya-tanya apa masud tak asing bagi Dhafa itu. Jika mereka pernah saling mengenal, mengapa Dara tak pernah menyinggung tentang Dhafa selama dekat dengan Desi? Desi pula sudah meminta Dara sebelumnya, untuk bersiap menemui lelaki yang sudah diceritakan oleh Desi secara rinci siapa Dhafa dan tentunya tanpa menyebut nama. Dara menurut saja, ia sudah lelah memikirkan mantan pacarnya yang pergi bersama perempuan lain. Lebih baik ia membuka lembaran baru, daripada menangisi lelaki yang terbukti tak memikirkannya sama sekali. Di sebuah kafe, Desi sudah duduk

