Terpaksa Desi harus sadar diri, segera angkat kaki. Ia sadar, walaupun sudah sering bertemu dengan Daniel sang pujaan hati. Namun, tetap saja ia merasa menjadi seorang jomlo akut! Lihatlah, memang ia terlihat digandeng cowok? Enggak kan? Dengan kesal Desi menunggu sopirnya menjemput. Di tempat lain, Dayana menjadi kaku dan gemetar mengajak Kang Dani menuju kamar pribadinya. Kamar yang tak pernah didatangi oleh lelaki selain ayahnya. Sampai di depan pintu kamar, Dayana menatap Kang Dani ragu. "Kenapa?" tanya Kang Dani. "Hehe, aku niatnya ngajak kamu doang, ya, gak lebih!" Kang Dani mengerutkan keningnya dalam. "Ya emang ... kita nonton TV aja kalo gitu!" "Nah, ide bagus!" Dayana pun mendorong pintu kamarnya, semerbak pengharum ruangan masuk ke rongga hidung. Ranjang dengan ukuran yang

