Untuk mengabadikan momen terhebat dan tak pernah disangka, Kang Dani mengeluarkan sebuah ponsel baru yang tadi ia beli bersama Daw. "Pak, Mak!" Kang Dani bersiap menangkap potret keduanya bersama hidangan termahal dan terspesial. "Eh, mau difoto?" tanya Bu Dedeh. "Iya, sok!" balas Kang Dani. Tanpa menunggu lama, Pak Dedih sudah merangkul bahu istrinya dengan erat, tersenyum lebar ke arah lensa kamera. Cekrek! "Wih, bagus, nih!" Kang Dani langsung menyodorkan ponsel android yang tak dimiliki bapaknya itu, dengan cepat ibunya mengambil alih bersorak senang potret di ponselnya. "Bagus pisan, Ni! Bisa pamer ke tatangga ini mah!" serunya. Kang Dani geleng-geleng kepala. "Iya, itu ponsel baru buat kalian berdua." Sontak Pak Dedih dan Bu Dedeh terbelalak. "Naon, Ni?" tanya Pak Dedih. "B

