Pagi yang cerah, hari yang tak lama lagi menuju rencana gila keluarga Dhafa dan pasti disetujui oleh Darwin, sedangkan Doyoung tak banyak protes menuruti saja keinginan suaminya, selagi tidak mengganggu pekerjaan. Di seberang meja dengan banyaknya menu sarapan, Dayana terlihat diam membisu dengan wajah ditekuk masam, tinggal lima hari lagi menuju hari buruk baginya. Darwin sendiri tidak banyak pikiran, ia sudah siap merayakan hari pertunangan anaknya di minggu malam nanti. Namun, bagaimana ceritanya jika anaknya yang bersiap dipinang malah tidak b*******h seperti ini? Masih pula memikirkan lelaki yang tak tahu asal muasalnya! Pekerjaan tetap juga belum punya, dengan percaya diri ingin hidup bersama anaknya? Mimpi! "Apa yang kamu pikirkan, Dayana? Cukup fokus ke hari spesialmu nanti!" ter

