Ica masuk ke dalam rumah dengan wajah ditekuk. Baju seragam putih birunya kucel dan kotor. "Angelica!" Langkahnya terhenti saat suara Mamanya memanggil namanya. "Ya Maa.." jawab Ica dengan nada malas. Adis mendekati anak gadisnya. Melihat dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Kamu habis berantem lagi?" Tanya Adis dengan nada selidik. Ica menunduk tidak berani menatap wajah sang Mama. "Bisa Mama minta penjelasan sayang?" Tanya Adis lagi. Ica membuka tasnya, mengeluarkan sebuah buku yang sudah lecek. "Mereka menyembunyikan dan merusak buku Ica Ma." Adis menghela nafasnya pelan lalu mengusap rambut Ica dengan usapan sayang. Anak gadisnya ini memang tidak jauh beda dengan dirinya dulu, tomboy. Namun Ica lebih sering pulang dengan baju seragam kotor dari pada dirinya. Adis tidak bisa ma
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


