Adis tersadar dari tidurnya selama beberapa jam, kepalanya masih terasa pusing. Adis memegang keningnya dan merasakan ada perban di sana, melihat ke pergelangan tangannya terlihat infus terpasang. Dilihatnya ke arah samping kanan tampak seorang Pria yang selama ini ia rindukan kehadirannya sedang tertidur bersandar disisi tempat Adis berbaring. Usapan di puncak kepalanya membuat Kevan tersadar. "Van," bisik Adis yang langsung membuat Kevan sadar sepenuhnya. "Adis," Kevan menggenggam tangan Adis, "akhirnya kamu sadar sayang." Kevan menekan tombol yang berada di atas tempat tidur Adis, memanggil dokter bahwa Adis sudah sadar. Setelah Adis diperiksa, Kevan kembali menggenggam tangan istrinya. "Aku di rumah sakit mana Van?" Tanya Adis sedikit berbisik karena masih belum terlalu kuat bi

