"Kemarin aku bertemu kak Bagas." Kevan menjeda aktifitas makannya sejenak lalu memandang istri mungilnya yang juga menatap ke arahnya dari seberang meja makan mereka. "Lalu?" Tanya singkat Kevan, Adis menghela nafasnya pelan, "tidak ada, kami hanya mengobrol karena lama tidak bertemu." Kevan masih menatap Adis, Adis paham jika suaminya sedikit khawatir mengingat bagaimana dulu Bagas pernah memiliki perasaan pada dirinya. Adis tersenyum kecil pada Kevan, "jangan khawatir, aku tuh udah jadi istri kamu Van, kak Bagas hanya bagian masa lalu, dan kamu bagian masa kini dan masa depan aku." Kevan ikut tersenyum mendengar ucapan dari mulut istri tercintanya, "aku percaya sama kamu, aku hanya ragu sama kak Bagas." "Aku mengerti, akan aku pastikan hal yang kamu cemaskan tidak akan terjadi."

