chapter 11

492 Kata
Bab 11: Perang Troya Dimulai Ketika Perang Troya pecah, seluruh Yunani terlibat dalam konflik besar yang dipicu oleh penculikan Helen, istri raja Sparta, oleh Paris dari Troya. Athena, yang dikenal sebagai dewi kebijaksanaan dan strategi perang, segera memihak kepada Yunani. Athena memiliki kepentingan khusus dalam mendukung para pahlawan Yunani, terutama karena rasa tidak sukanya pada Paris, yang sebelumnya telah memilih Afrodit sebagai dewi tercantik dalam "Kontes Emas" dan mengabaikan Athena serta Hera. Dalam peperangan ini, Athena memainkan peran penting sebagai dewi pelindung dan penasihat para pahlawan Yunani, khususnya Odysseus, yang dikenal karena kecerdasannya. Athena sering kali muncul dalam mimpi dan visi, memberi petunjuk kepada Odysseus dan para pahlawan lainnya tentang strategi untuk mengalahkan Troya. Bagi Athena, perang ini bukan hanya soal kemenangan fisik tetapi juga soal kecerdikan dan perencanaan yang matang. Ia berharap para pahlawan Yunani dapat menunjukkan kecerdasan serta keberanian mereka. Di awal perang, Athena menginspirasi berbagai strategi untuk memperkuat pasukan Yunani. Ia membantu para pahlawan merencanakan taktik yang akan membuat pasukan Troya bingung dan memaksa mereka untuk bertahan. Salah satu contoh dari campur tangan Athena adalah ketika ia membantu Diomedes, seorang pahlawan Yunani, menyerang para dewa Troya yang turun ke medan perang untuk membela kota tersebut. Dengan dorongan Athena, Diomedes berhasil melukai Ares, dewa perang yang memihak Troya, dan membuatnya mundur dari medan pertempuran. Namun, peran Athena paling terasa ketika ia membantu Odysseus dalam menciptakan rencana untuk menyusup ke dalam kota Troya—rencana yang kemudian dikenal sebagai "Kuda Troya". Setelah bertahun-tahun pertempuran tanpa hasil, Athena mengilhami Odysseus dengan ide yang luar biasa: membangun sebuah kuda kayu raksasa dan mengisinya dengan pasukan terbaik Yunani. Kuda ini akan ditinggalkan di depan gerbang Troya sebagai "hadiah" perdamaian, dan pasukan Troya akan membawa kuda tersebut ke dalam kota tanpa mengetahui bahaya di dalamnya. Dengan bantuan Athena, rencana ini disempurnakan, dan kuda kayu tersebut dibuat dengan hati-hati oleh para pengrajin Yunani. Athena melindungi dan menyembunyikan para prajurit di dalam kuda, memastikan bahwa pasukan Troya tidak akan menyadari jebakan ini. Ketika malam tiba dan kota Troya sedang dalam perayaan kemenangan, Athena memberikan sinyal kepada para prajurit Yunani di dalam kuda untuk keluar dan membuka gerbang bagi seluruh pasukan Yunani. Berkat kecerdasan Athena dan keberanian para pahlawan, Troya akhirnya jatuh pada malam itu. Athena juga berperan besar dalam melindungi para pahlawan Yunani selama perjalanan pulang mereka setelah perang berakhir. Meskipun beberapa dewa marah pada Yunani karena kehancuran Troya, Athena tetap setia pada pahlawan yang ia dukung, terutama Odysseus. Ia terus mendampingi dan melindunginya, membantu dia menghadapi berbagai bahaya dan godaan dalam perjalanan panjangnya kembali ke Ithaka. Bagi Athena, Perang Troya bukan hanya tentang kemenangan Yunani, tetapi juga pembuktian bahwa kecerdasan dan strategi mampu mengalahkan kekuatan yang lebih besar. Melalui dukungannya terhadap para pahlawan, Athena menunjukkan bahwa kemenangan tidak hanya datang dari kekuatan fisik, tetapi juga dari kebijaksanaan, keberanian, dan ketekunan. Perang Troya menjadi salah satu peristiwa yang memperkuat legenda Athena sebagai dewi yang tidak hanya melindungi, tetapi juga membimbing umat manusia menuju kemenangan yang lebih berarti.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN