Bab 12: Odysseus dan Kembali ke Ithaca
Setelah Perang Troya berakhir, Odysseus, salah satu pahlawan Yunani yang paling cerdik, menghadapi perjalanan panjang dan penuh rintangan untuk kembali ke rumahnya di Ithaca. Namun, perjalanannya tidaklah mudah. Para dewa, terutama Poseidon, marah pada Odysseus dan berusaha menghalangi kepulangannya. Namun, Athena, yang selalu mengagumi kecerdasan dan ketabahan Odysseus, memutuskan untuk membimbing dan melindunginya di setiap langkah perjalanannya.
Athena mengetahui bahwa perjalanan pulang Odysseus akan penuh dengan bahaya—badai di laut, makhluk mitologi yang ganas, dan godaan yang menguji keteguhannya. Maka, sejak awal, Athena mendampingi Odysseus, meski sering kali dari balik bayangan, memberikan petunjuk dalam bentuk ilham atau wujud samaran. Ia tidak selalu terlihat, tetapi kehadirannya selalu terasa, seperti seorang penjaga tak terlihat yang siap membantu di saat-saat genting.
Salah satu tantangan besar yang harus dihadapi Odysseus adalah pertemuannya dengan Polyphemus, seorang raksasa bermata satu yang juga merupakan anak Poseidon. Dalam situasi ini, kecerdikan Odysseus memainkan peran utama, tetapi ia mendapat sedikit ilham dari Athena yang mengingatkan pentingnya kesabaran dan pengamatan. Dengan kecerdikan itu, Odysseus berhasil melarikan diri dari gua Polyphemus dengan menyamar dan menipu sang raksasa. Namun, meskipun berhasil lolos, Odysseus tidak bisa menghindari kutukan Poseidon, yang semakin menghalangi perjalanannya.
Selama bertahun-tahun, Athena membantu Odysseus menghadapi berbagai godaan dan rintangan yang membawanya jauh dari Ithaca. Ketika Odysseus tiba di pulau para penyihir Circe, Athena memberi ilham pada Hermes untuk membantu Odysseus menahan pesona Circe, sehingga ia dapat menyelamatkan para anak buahnya yang berubah menjadi binatang. Meski Circe berusaha merayu dan menahan Odysseus, Athena tetap memberikan kekuatan pada Odysseus agar ia tidak kehilangan arah dan mengingat tujuan utamanya: kembali ke Ithaca dan keluarganya.
Athena juga berperan penting ketika Odysseus menghadapi godaan dari para Sirene, makhluk yang suara nyanyiannya mampu menarik para pelaut hingga terlena dan karam. Sebelum sampai ke pulau para Sirene, Athena memberi peringatan kepada Odysseus melalui mimpi, membuatnya menyadari bahwa ia harus menyiapkan penutup telinga dari lilin bagi para anak buahnya agar mereka tidak mendengar nyanyian Sirene. Ia sendiri memilih untuk mendengar suara para Sirene, namun dengan diikat pada tiang kapal agar tetap aman.
Namun, tantangan terbesar datang ketika Odysseus akhirnya tiba di Ithaca setelah dua puluh tahun berpisah dari keluarganya. Athena mendapati Ithaca dalam kekacauan: para pelamar sombong yang ingin menikahi Penelope, istri Odysseus, telah memenuhi istana dan menghabiskan kekayaan keluarga. Athena tahu bahwa Odysseus tidak bisa langsung mengungkapkan dirinya, sebab para pelamar berpotensi membahayakan dirinya. Maka, Athena menyusun rencana cermat untuk membantu Odysseus kembali ke istananya dengan cara yang aman dan bijak.
Dalam wujud seorang penggembala, Athena menemui Odysseus dan membantunya menyusun strategi untuk menghadapi para pelamar. Ia memberi petunjuk kepada Odysseus untuk menyamar sebagai pengemis agar dapat mengamati para pelamar tanpa dikenali. Dengan penyamaran ini, Odysseus memasuki istananya dan menyaksikan betapa setianya Penelope, yang terus menanti kepulangannya meski dikelilingi tekanan dari para pelamar.
Pada akhirnya, Athena berdiri di samping Odysseus saat ia memutuskan untuk mengungkapkan dirinya dan menantang para pelamar. Dengan bantuan Athena, Odysseus berhasil menghadapi dan mengalahkan para pelamar satu per satu, merebut kembali istananya, dan memulihkan kedamaian di Ithaca. Setelah pertempuran berakhir, Athena turun tangan untuk memastikan perdamaian antara Odysseus dan keluarga para pelamar yang tewas, agar tidak ada dendam yang tersisa di kerajaan itu.
Kepulangan Odysseus ke Ithaca menjadi momen penuh haru, berkat kesetiaan dan kebijaksanaan Athena yang tanpa pamrih menuntunnya sepanjang perjalanan. Dengan penuh kebanggaan, Athena melihat Odysseus akhirnya bersatu kembali dengan keluarganya, memenuhi takdirnya sebagai raja Ithaca. Athena tidak hanya membantu Odysseus selamat dari berbagai rintangan, tetapi juga memberikan pelajaran tentang kesabaran, kecerdasan, dan ketekunan—semua nilai yang dihargai Athena sebagai dewi kebijaksanaan.