Kara menghela nafasnya pelan, untuk kesekian kalinya Kara melihat kearah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah tiga dini hari. Kara tidak bisa tidur sama sekali, beberapa jam yang lalu Kara sudah masuk kedalam alam mimpi nya, tapi entah kenapa Kara kembali bangun, dan saat keluar dari kamarnya, Kara sama sekali tidak melihat keberadaan Samuel berserta kedua sahabatnya itu. Badan Kara merosot dari sofa, Kara menaruh tangannya diatas meja, lalu menidurkan kepalanya disana dengan posisi miring. Mata Kara sudah sangat berat, tapi Kara masih ingin menunggu Samuel. Beberapa kali Kara mengedipkan matanya, yang hampir saja terpejam. "Arga, kemana ya." Gumam Kara, menatap pintu apartemen. "Kenapa perasaan aku gak enak gini.... Semoga Arga tetap baik-baik aja." Perlahan tapi pasti, ma

