Kara benar-benar dibuat terperangah dengan Samuel yang sangat berbeda dari sebelumnya. Cowok jangkung itu, sekarang lebih bersikap manis kepada Kara. Bukannya Kara tidak suka, tapi hey, ini terasa sangat aneh bagi Kara, Samuel yang biasanya cuek kini menjadi pribadi sebaliknya. Kara menutup mulutnya yang semula terbuka, matanya mengerjab seperti orang linglung. "A-arga. Ini kamu yang masak?" Tanya Kara, menujuk beberapa masakan yang tersaji di meja makan. Takut dirinya masih bermimpi, Kara mencubit pipinya, tapi itu terasa sakit, ini berarti Kara tidak dalam alam mimpi? Samuel melepas celemek yang dipakainya, mendekat pada Kara, lalu mempersilahkan Kara untuk duduk. "Ayo sarapan, gue udah liat resep nya dari google, gue jamin pasti rasanya enak." Ucap Samuel. "Arga--" "Lo mau makan apa

