Kara menutup wajah kecil nya dengan tangannya, bibir tipisnya tak berhenti memancarkan senyuman bahagia nya, mengingat bagaimana kejadian semalam, Kara jadi salah tingkah sendiri. "Dia calon Istri gue, kalo dia mau, harga segitu gak akan ada apa-apanya bagi gue." Gumam Kara menirukan ucapan Samuel yang masih terngiang-ngiang dipikirannya hingga pagi ini. Kara menenggelamkan wajahnya ke bantal yang bercorak polkadot pink miliknya. Bersyukur lah bibir Kara tidak sobek karna terus tersenyum seperti orang gila. Kara mengubah posisi badannya menjadi duduk, kaki nya bergegas turun dari kasur, berlari kecil mengambil paper bag yang berada disofa, lalu membawanya lagi ke kasur. Kara mengeluarkan dress putih yang dibelikan Samuel, senyuman Kara semakin lebar, Kara memeluk dress itu seraya menutu

